Menilik Seni WPAP Pangandaran

WPAP atau Wedha’s Pop Art Potrait adalah suatu gugus seni ilustrasi potret wajah yang bersaling-silang secara geometri dengan penggunaan kontradiksi warna-warna khusus. Dimensi dari gambar yang di-trace (gambar ulang dengan acuan) tidak berubah, sehingga penampakan akhir dari objek yang di transformasi jelas dan menyerupai aslinya sehingga mudah dikenali.

Teknik melukis ini ditemukan oleh Wedha Abdul Rasyid, seniman grafis asal Pekalongan, Jawa Tengah, pada tahun 1990. Awal kepopuleran WPAP adalah ketika digunakan untuk mengilustrasi cerita-cerita karya Arswendo Atmowiloto dan Hilman Hariwijaya di majalah Hai.

WPAP semula memang menggunakan teknik lukis namun pada perkembangannya, WPAP dibuat dengan komputer dengan teknik editing. Komputer hanya tinggal di-instal aplikasi desain seperti Corel Draw, Photoshop, AI ataupun aplikasi desain lainnya. Namun, meskipun menggunakan aplikasi desain tetap saja dalam pelaksanaan pembuatan WPAP masih bersifat manual–tidak bisa sekali klik, langsung jadi.

Perkembangan seni pop art ini memang berkembang begitu pesat tak hanya di kota-kota besar yang berada di Indonesia saja, namun perkembangannya sampai keseluruh sela-sela belahan dunia. Dari hari ke hari pun peminatnya kian bertambah dan bertambah.

Di Kabupaten Pangandaran sendiri, WPAP sudah mulai dikenal sekitar tahun 2012-an, namun perkembangannya begitu lambat. Hingga detik ini pun belum ada data resmi terbentuknya WPAP Chapter Pangandaran.

Meskipun belum ada Chapter WPAP, namun semangat belajar tinggi ditunjukkan oleh peminat WPAP asal Kabupaten Pangandaran. Mereka tidak kehabisan akal untuk mempelajari seni ilustrasi asli Indonesia ini yakni, dengan memanfaatkan berbagai sumber yang ada seperti mencari referensi dari internet, buku bahkan ada pula yang sengaja belajar ke luar kota untuk belajar WPAP
ini.

Skintone Pangandaran
Foto : Gesang Martoharsono-Pencipta Lagu Kroncong Bengawan Solo in Skintone WPAP Pangandaran
Skintone WPAP Pangandaran
Foto : Iwan Fals-Legenda Musik Indonesia in Skintone WPAP Pangandaran

Sebagai hasilnya banyak “WPAPers Pangandaran” yang sekarang bisa dikatakan sudah mampu membuat karya seni WPAP meskipun hasilnya masih jauh dari hasil olahan gambar para Master WPAP. Hal ini dikarenakan, masih kurangnya latihan, kurangnya mengikuti latihan bersama (kopdar) dan minimnya ‘jam terbang’ dalam membuat seni WPAP.

Anomali WPAP Pangandaran
Foto : Pangandaran Punya Cerita in Anomali WPAP
WPAP Pangandaran
Foto : Toby Keith-Musisi Musik Country in WPAP Pangandaran
WPAP Pangandaran
Foto : Ebiet G.Ade-Musisi Legendaris Indonesia in WPAP Pangandaran
WPAP Pangandaran
Foto : K.H. Abdurrahman Wahid-Tokoh Masyarakat in WPAP Pangandaran

Sekarang yang menjadi tantangan utama bagi ‘WPAPers Pakidulan’ adalah cara mengenalkan WPAP kepada masyarakat Pangandaran secara luas. Baik dikenalkan pada siswa-siswi sekolah, mahasiswa-mahasiswi, muda-mudi, ataupun kalangan yang lainnnya. Hal ini bertujuan agar seni WPAP semakin populer dan dapat tumbuh subur di Pangandaran seperti WPAP di daerah lainnya. Selain itu juga yang menjadi titik sasaran sebenarnya adalah membantu Pemda dalam menggali serta menumbuh-kembangkan potensi jiwa-jiwa seni yang ada di Kabupaten Pangandaran.

WPAP Pangandaran
Foto : Bob Marley-Legenda Musik Reggae in WPAP Pangandaran
WPAP Pangandaran
Foto : Derrick Green in WPAP Pangandaran
WPAP Pangandaran
Foto : Wanita Berhijab In WPAP Pangandaran

 

Salam Pakidulan…!!!

Salam Seni…!!!

Salam Pangandaran…!!!

Artikel Lainnya

Leave a Comment