Golok Panglengseran Khas Pangandaran

Golok adalah pekakas seperti pisau namun memiliki ukuran yang lebih besar daripada pisau. Pekakas ini berfungsi sebagai pelengkap alat berkebun. Selain itu, golok berfungsi sebagai senjata.

Golok Panglengseran adalah Golok khas Pangandaran yang sangat populer. Golok ini merupakan kerajinan tangan yang terlahir dari Dusun Sidahurip Desa Cintakarya Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Perajin golok di Sidahurip diberasal dari nenek moyang dan diwariskan hingga kini sampai pada generasi ke-empat.

Golok produk industri rumahan ini sangat tajam, kekuatan gagang dan sarung goloknya pun sangat kuat. Tak heran, Golok Panglengseran sangat terkenal dan mendominasi golok di Pangandaran.

Kualitas golok Panglengseran terlihat pada tingkat ketajaman yang tinggi. Gagangnya terbuat dari tanduk kerbau. Tanduk dibentuk sedemikian rupa dengan pengolahan khusus hingga terlihat mengkilap.

Bahan baku pembuatannya adalah besi per mobil. Bahan ini masih relative mudah didapatkan oleh perajin dengan harga per kg kurang lebih Rp. 5.000,- dan bisa didapatkan di bengkel mobil. Per mobil memiliki struktur kepadatan besi yang baik dan juga tercampur baja sehingga memiliki kekutan yang tidak bisa dipandang enteng. Jangan salah kualitas besi dan gagang golok menentukan harga jualnya.

Per mobil bekas
Per mobil bekas bahan dasar golok

Golok yang memiliki runtutan sejarah panjang ini memiliki berbagai macam ukuran dan berbagai motif. Ada motif golok khas Sunda ujungnya melengkung ada juga golok seperti pedang dengan ukuran panjangnya sekitar 40 cm.

Golok yang sudah siap pakai dan sudah tajam dipatok dengan harga yang macam-macam, mulai Rp. 300 ribu sampai dengan harga Rp. 450 ribu.

Jika ingin menguji ketajaman sebuah golok atau pisau, ternyata trik yang digunakan cukup sederhana. Cukup keluarkan golok sedikit dari sarangnya, tempelkan pada kuku jempol lalu sedikit digeruskan. Bila golok atau pisau tajam, akan langsung menempel dan menggerus kuku, bila tumpul tidak akan menempel.

Beda halnya dengan bahan dasar besi yang mudah didapatkan, kesulitan perajin golok ini adalah sulit mendapatkan bahan baku gagang golok dari tanduk kerbau betina. Perajin memilih tanduk kerbau betina dikarenakan kepadatan struktur tanduk yang rapat (baca : padat). Bila kerbau jantan tidak ada isinya atau kosong meski panjang dan besar. Sepasang tanduk hanya bisa dijadikan dua gagang golok.

Tanduk kerbau betina
Tanduk kerbau betina bahan dasar gagang

Para perajin Pangandaran mendatangkan tanduk kerbau dari daerah Tasikmalaya, bahkan dari daerah Kalimantan ataupun Sulawesi. Hal ini dikarenankan di Pulau Jawa sudah jarang dan sangat susah didapatkan. Harga per kg tanduk kurang lebih mencapai harga Rp. 150.000,-.

Ada kalanya pasokan tanduk tidak ada, sehingga para perajin terpaksa menggunakan bahan kayu untuk bahan gagang atau sarung golok. Tetapi tidak sembarangan kayu yang dapat digunakan. Biasanya kayu yang dipakai antara lain akar kayu Mahoni, Kayu Senokeling atau kayu Cijulang.

Serangka/sarung kayu

Umumnya penjualan golok ramai di musim penghujan. Hal ini dikarenakan para petani sedang giat bercocok tanam sehingga membutuhkan peralatan golok untuk menebang atau memotong pohon. Dan juga pembeli sangat ramai bila menjelang hari Raya Qurban. Kalau musim kemarau penjualan menurun.

Golok Pangleseran bisa dijadikan pula sebagai oleh-oleh khas Pangandaran atau cindara mata khas Pangandaran bagi para wisatawan yang tengah berkunjung di Kawasan Kabupaten Pangandaran.

Artikel Lainnya

Leave a Comment